Hasil gambar untuk anime
“Anime dalam Masyarakat”
Oleh: fadil
Anime,mungkin bukanlah sesuatu yang asing lagi di telinga masyarakat kita,khususnya di kalangan para remaja.bahkan anime telah memiliki penggemar tersendiri. Para penggemar ini biasanya menyebut diri mereka sebagai otaku.sebelum kita membahas lebih jauh tentang anime dan hal hal yang terkait dengannya,yang perlu kita ketahui sebelumnya ialah asal usul dan arti bahasa dari anime itu sendiri.Anime merupakan animasi khas
jepang yang ditulis dari 3 katakana a-ni-me yang mana kata ini diserap dari kata animation menjadi anime-shon dalam bahasa jepang.anime juga dapat diartikan sebagai komik/manga yang bergerak,karna beberapa anime biasanya lahir dari manga yang sukses dan mendapat perhatian.
  Hal yang menjadi ciri tersendiri dari anime sangatlah banyak,mulai dari cara penggambaran karakter seperti gaya rambut yang runcing keatas (harajuku style) contohnya pada anime naruto,dragon ball dll,adanya gaya berpakaian khas jepang ,bentuk tubuh yang tidak biasa seperti mata yang terlalu besar,mata yang juling,hidung yang digambarkan hanya sebatas titik atau garis,dan beragamnya karakter dalam satu anime.lain lagi jika ditilik dari segi kebiasaan yang dilakukan tokoh tokoh yang terdapat dalam anime, misalnya cowok akan mimisan setelah melihat cewek seksi,penyamaran pencuri yang justru menutup kepala bukannya wajah dan hal hal lain yang berasal dari kebiasaan,mitos maupun budaya yang ada di jepang.
Nah,setelah kita mengetahui sedikit tentang anime,mari kita lihat sejarah muncul dan berkembangnya anime ini sehingga tetap dapat menjaga eksistensinya dalam rancah mancanegara.pada mulanya animasi telah dikembangkan oleh negara negara besar seperti amerika,jerman dan russia.jepang sendiri baru memulai debutnya dalam pembuatan animasi/anime pada tahun 1913.pada tahun ini jepang melakukan first experiments in animation yang di dikerjakan oleh shimokawa bokote,koichi junichi dan kitayama seitaro.walaupun penelitian tentang anime dimulai pada tahun 1913,anime pertama yang berhasil dibuat oleh oten shimokawa yang berjudul imokawa mukuzo genkanban no maki berjarak 4 tahun dari awal penelitian.
anime yang pertama ini bercerita tentang seorang samurai sedang mengetes Pedangnya dengan suatu Target dikerjakan selama kurang lebih 6 bulan namun hanya memiliki durasi sepanjang 5 menit dan masih berupa film bisu. Sedangkan anime pertama yang “berbicara” adalah karya Ofuji yang berjudul Kuro Nyago(1930) dan berdurasi 90 detik.namun catatan tentang anime yang pertama ini telah hilang disebabkan gempa bumi yang terjadi di tokyo pada tahu 1923. Anime masuk di Indonesia pertama kalinya adalah sekitar awal tahun 1980-an yang pada masa tersebut hadir dalam format video kaset. Tahun-tahun selanjutnya perjalanan hidup anime mengalami pasang surut ,hal ini disebabkan karna adanya animasi buatan amerika ataupun eropa yang masih mendominasi.bahkan anime sempet hilang peredarannya di indonesia hingga beberapa tahun.namun akhirnya pada pertengahan tahun 1990-an anime mulai kembali eksis dan merupakan hal yang menggembirakan bagi penggemar anime di Indonesia yang pada saat itu masih menjadi minoritas. Stasiun-stasiun televisi yang baru pada saat itu seperti rcti mulai kembali gencar menayangkan acara anime contohnya Saint Seiya, dragon ball,doraemon dll yang kemudian direspon baik oleh masyarakat indonesia dikalangan anak-anak dan pemuda. Tidak dapat dipungkiri bahwa faktor penting yang menunjang eksisnya anime hingga saat ini adalah para pecinta anime itu sendiri yang terdiri dari semua golongan.
Gambar terkait
umumnya,masyarakat hanya mengetahui bahwa pecinta anime itu disebut dengan istilah/panggilan otaku.otaku sendiri adalah istilah bahasa Jepang yang digunakan untuk menyebut orang yang betul-betul menekuni hobi.namun,sejak beberapa tahun terakhir ini, istilah Otaku mulai digunakan secara khusus untuk menyebut kelompok yang hobi terhadap subkultur jepang seperti manga,anime dll.Namun pendapat yang lain mengatakan bahwa otaku hanyalah satu dari beberapa tingkatan pecinta anime.Adapun tingkatan-tingkatan tersebut antara lain dimulai dari tingkat terendah, yaitu Newbie, lalu Anime Lovers, Otaku, Nijicon, dan yang tertinggi yaitu Hikikomori.Tidak dipungkiri bahwa banyak yang mengira Otaku adalah level tertinggi sebagai pecinta Anime,padahal masih terdapat 2 tingkatan yang berada diatasnya. Newbie adalah istilah yang digunakan terhadap seseorang yang belum menguasai/baru memulai sesuatu.seperti halnya didalam tingkatan anime,newbie didefenisikan sebagai kelompok yang hanya sekedar menikmati anime di televisi serta tidak banyak menghabiskan waktu dan uang untuk hal tersebut.dalam hal ini,kelompok newbie hanya mengetahui anime-anime yang populer.kemudian setelah itu ada tingkat anime lovers,yang mana pengetahuan tentang anime dan manganya sudah cukup luas. Istilah anime lovers sendiri berawal dari pecinta anime luar negeri yang merasa bahwa pengetahuan mereka belum sampai pada tingkatan untuk disebut otaku.
  Dua tingkatan yang diatas,masih dianggap normal oleh masyarakat.namun dimulai dari tingkatan otaku,telah terdapat ciri khas tersendiri dari pecinta anime,inilah sebabnya masyarakat biasanya hanya mengetahui tingkatan otaku karna ciri khas yang ditampilkan kelompok ini baik berupa kebiasaan dan cara bergaul telah dianggap tidak normal oleh sebagian orang.kelompok otaku biasanya menghafal begitu banyak nama chara (karakter) dari anime,baik itu tokoh utama,maupun tokoh yang hanya muncul sekali dalam anime.para otaku juga tidak segan segan mengeluarkan uang untuk melengkapi figure-figure kesukaan mereka.namun,walaupun otaku telah termasuk dalam anime addict,tingkatan ini tidaklah separah Nijicon dan hikikomori yang seakan akan tidak lagi mengurusi kehidupan mereka.orang-orang pada tingkatan ini biasanya jatuh cinta pada karakter favoritnya dengan perasaan yang sama ketika mereka jatuh cinta pada wanita biasanya sehingga tidak jarang ia menklaim salah satu karakter anime sebagai istrinya (waifu) bahkan sampai mengadakan pesta pernikahan.dan tentu saja masalah pengetahuan tentang anime,kelompok ini adalah ahlinya.
Seperti halnya tontonan lain,anime pun memiliki dampak yang baik dan juga buruk.dampak positif dari menonton anime adalah banyaknya pelajaran tentang kehidupan yang senantiasa diselipkan oleh animator (pembuat anime) dalam setiap episode contohnya dalam anime naruto sangat menekankan tentang persahabatan,rasa tolong menolong,kekompakan dll,anime pada umumnya juga memberi semangat untuk pantang menyerah dalam menggapai sesuatu.menonton anime juga dapat memperkaya wawasan seseorang tentang subkultur yang ada di jepang,bahkan mendorong seseorang untuk mempelajari bahasa jepang.namun dampak negatif dari anime juga tidak tanggung-tanggung,karna pada umumnya anime saat ini cenderung menampilkan konten-konten yang bersifat dewasa bahkan ada yang semestinya tidak layak untuk dipublikasikan.Anime juga dapat menyebabkan kecanduan yang berlebihan,mengarahkan kepada kekerasan,ataupun membuat seseorang mengkhayalkan sesuatu yang praktis/ mustahil.Nah, salah satu cara untuk meminimalisir dampak-dampak negatifnya ialah dengan selektif memilih anime dan menempatkannya hanya sebagai sesuatu yang sekunder dalam kehidupan.